Author: ira
•8:48 PM


(Hari pertama melamar kerja)


Sesungguhnya setelah makan siang kemarin 3 December 2009 aku ingin segera kembali ke kantor, tapi sebuah topik pembicaraan telah mengundang tawa diantara kami, bukan gosip tentu saja, ini cerita hari pertama kami berinteraksi dengan karyawan lama tempat kami bekerja sekarang.

“Seorang staff Accounting, mengatakan: “Pada pagi hari sabtu aku datang mengantarkan berkas lamaran ke HRD, Siang harinya aku ditelepon Manajer HRD untuk datang mengikuti tes tertulis Besok. Hari minggu – sehari sesudah aku ditelepon HRD -- aku datang ke kantor dan mendapati seorang OB sedang membersihkan kantor, kemudian aku bertanya, “Apakah ada tes hari ini?” si OB menjawab “Biasanya ada tapi hari kerja, bukan hari minggu” begitu jawabnya. Setelah menunggu beberapa lama aku memutuskan pulang, dan pada hari seninnya aku datang kembali dan benar saja banyak yang akan mengikuti tes tertulis”
(Terlalu bersemangat, emangnya PNS tesnya hari minggu?)
< class = "full post">
Ceritaku juga kurang sedap waktu pertama kali melamar kerja walau tak semalang temanku yang staff accounting itu, hari itu aku datang ke kantor dan bertemu seorang satpam, aku telah mengatakan kepada satpam tersebut bahwa aku telah janji untuk bertemu dengan manajer HRD, tapi si satpam mengatakan si Manajer sedang Meetting, satpam meminta berkas lamaranku agar dititip saja, aku menyerah dan memilih pulang. Aku hampir tiba di kostanku, aku di telepon oleh manajer HRD. Aku diminta untuk kembali ke kantor untuk tes tertulis. Kesal sekali aku dengan satpan itu, akhirnya aku kembali ke kantor lagi. Jadilah hari itu aku delapan kali naik angkot karena 2 kali pulang pergi dari kostan ke kantor itu dua kali naik angkot.
(Wah rugi abangnya)

Lain cerita temanku, lain ceritaku maka lain lagi cerita staff IT (Information Technology), ia bertutur, “Seperti pencaker (Para pencari Kerja) umumnya hari itu aku mengenakan pakaian terbaik dengan sepatu mengkilap habis, aku berangkat dari rumah di Teluk Betung Bandar Lampung menuju Natar Lampung selatan, lumayan jauh, tiba di tengah jalan hujan turun deras dan aku tidak membawa jas hujan, karena sudah janji pada jam itu aku menerobos hujan. Aku tiba juga di kantor dengan keadaan basah kuyup. Seorang sales counter menghampiriku sembari menatap heran karena di sekitar kantor panas terang benderang. “Mau bertemu siapa Pak?” begitu sapanya. Aku mengaku ingin menemui manajer accouting untuk menyampaikan contoh aplikasi yang telah aku buat.
“Boleh dititipkan kepada saya nanti saya sampaikan” begitu sarannya masih dengan tatapan heran.
“Jika Mbak bisa mengoperasikan sistem yang saya buat tidak mengapa” begitu aku bertahan ingin bertemu manajer accounting itu.
“Ya, sudah tunggu sebentar” akhirnya sales counter menyerah.
Aku berhasil presentasi dengan keadaan basah di ruangan ber-AC. Brrrrrruuuurr dwingiin!
(Selamat ya, sungguh perjuangan yang mengharukan!)

Satu jam tetap dinanti, itulah waktu istirahat, termasuk aku. < /span >

This entry was posted on 8:48 PM and is filed under . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

0 comments: