Author: ira
•2:03 AM


Judul : Luka di Champs Elysees
Pengarang : Rosita Sihombing
Penerbit : PT Lingkar Pena Kreativa
Tebal : 186 halaman
Harga : Rp 32.500,


Gemah Ripah Loh Jinawi, begitulah Indonesia disebut-sebut, tetapi kenyataanya negeri yang kaya raya ini tidak mampu menjamin kehidupan yang layak bagi seluruh rakyatnya. Ini terbukti dengan banyaknya perempuan Indonesia yang menjadi TKW (Tenaga Kerja Wanita), mereka mengais rezeki di negeri orang, menjadi pembantu demi kelangsungan hidup keluarganya.

Novel Luka di Champs Elysees ini berkisah perjuangan seorang TKW yang menjadi “pahlawan” bagi keluarganya. Kenyataan yang dihadapi Karimah, tokoh aku dalam novel ini, membenarkan pepatah “Hujan emas di negeri orang, hujan batu di negeri sendiri, elok juga di negeri sendiri” Kehidupannya di Indonesia yang serba pas-pasan belumlah sepadan dibanding kekejaman, penindasan hingga pelecehan seksual yang dilakukan majikannya di Riyadh. Hari yang dilewatinya selalu dihantui ketakutan dan kecemasan.

Sampai pada suatu musim semi, majikan mengajakanya berlibur ke Negara Napoleon, Prancis. Di sanalah Karimah melepaskan semua penderitaan dan kecemasan akibat perlakuan majikan yang tidak manusiawi. Karimah memilih melarikan diri dari majikan dan menghilang di Jalan Champs Elysees, Paris.

Dengan alur cerita maju mundur, Rosita Sihombing menceritakan keindahan kota Paris dengan sangat nyata. Paris dari ketinggian menara Eifel. Sungai Seine membelah kota, meliuk bak ular panjang dan pada malam hari Champs Elysees, menara Eifel dan setiap sudut kota Paris bermandikan cahaya, gemerlap terang. Sungguh pembaca dibuat seolah berada dan melihat sendiri keindahan Paris.

Kota Paris digambarkan sedemikian indah, seindah syair lagu Champ Elysees yang dinyanyikan Joe Dassin,
“Kau katakan ada pertemuan di sebuah tempat
Dengan orang-orang unik
Yang hidup dari malam sampai pagi, dengan membawa gitar di tangannya
Maka, kutemani dirimu, kita bernyanyi, kita menari
Bahkan tidak terpikir oleh kita untuk bersentuhan.”

Paris sebuah kota impian. Di sinilah Karimah memulai petualangan barunya, tidak mudah baginya hidup di negeri asing yang bahasanya saja ia tidak mengerti, lebih lagi ia adalah warga ilegal. Dalam keadaan sulit ini Karimah bertemu dengan “Malaekat Penolong”, Hamed, lelaki asal Aljazair. Belum saja masalah dokumen imigrasi dapat diselesaikan sebuah kesalahan mereka lakukan. Dalam ketidakberdayaanya Karimah merasa mengkhianati Pardi, suaminya di tanah air, tetapi ia lakukan itu bukan tanpa alasan.

Konflik yang disajikan sederhana setiap orang dapat mengalami jika berada pada pilihan yang demikian, hanya saja karekter dan perasaan yang dialami tokoh kurang dieksplor, kurang “menggigit”. Penuturan dalam bahasa yang mudah dan konflik yang di selesaikan lebih cepat secara kebetulan membuat novel ini terkesan terlalu cepat rampung.

Membaca Luka di Champs Elysees memberi inspirasi kepada kita bahwa sesulit apapun, hidup tetap layak untuk diperjuangkan.

Selamat membaca…

This entry was posted on 2:03 AM and is filed under . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

8 comments:

On January 27, 2009 at 10:51 AM , Anonymous said...

buku yg keren..nyajiin salah satu sisi lemah negara ini. kritis...dan tentunya kita mampu mengubahnya mjd lbh baik....

 
On January 27, 2009 at 10:53 AM , Anonymous said...

buku yg kritis..thk info bukunya...yuk kita majuin bangsa ini....

 
On January 27, 2009 at 7:00 PM , Penjelajah Waktu said...

yah masalahnya walaupun indonesia kaya raya, cuma kita belum bisa memanfaatkannya utk diri kita sendiri,
jadilah banyak yang lari ke luar negeri untuk jadi TKI

 
On January 27, 2009 at 9:18 PM , lia said...

wah, wah... udah siap mau ikutan lomba yak... hehe

 
On January 28, 2009 at 1:00 AM , Anonymous said...

>: Blog Competition 2009,maju
terus Indonesia

>: Redha, itu dia masalahnya,sayang BGT kan?

>: ya..iya lah...

 
On January 28, 2009 at 1:01 AM , Anonymous said...

>: Blog Competition 2009,maju
terus Indonesia

>: Redha, itu dia masalahnya,sayang BGT kan?

>: ya..iya lah...

 
On January 28, 2009 at 1:13 AM , Anonymous said...

>: Blog Competition 2009, Majulah terus Indonesia.

>: Redha Herdianto, Ya itu dia masalahnya,Sayang banget ya?

>:Azkia Zone,Ya... iya Lah...

 
On January 28, 2009 at 1:14 AM , ira said...

>: Blog Competition 2009, Majulah terus Indonesia.

>: Redha Herdianto, Ya itu dia masalahnya,Sayang banget ya?

>:Azkia Zone,Ya... iya Lah...