
Mentari menutup mata, malam meraja
Sementara hatiku berdegup
mengeja kata rindu
meraba rasa yang tiada tentu
Aku berharap denting dawai hujan malam ini
untuk menghapus dua jejak hari kemarin
namun hujan masih mendung
maka kutitip resah pada angin yang mengayun dedaun
Selengkapnya..

(Hari pertama melamar kerja)
Sesungguhnya setelah makan siang kemarin 3 December 2009 aku ingin segera kembali ke kantor, tapi sebuah topik pembicaraan telah mengundang tawa diantara kami, bukan gosip tentu saja, ini cerita hari pertama kami berinteraksi dengan karyawan lama tempat kami bekerja sekarang.
“Seorang staff Accounting, mengatakan: “Pada pagi hari sabtu aku datang mengantarkan berkas lamaran ke HRD, Siang harinya aku ditelepon Manajer HRD untuk datang mengikuti tes tertulis Besok. Hari minggu – sehari sesudah aku ditelepon HRD -- aku datang ke kantor dan mendapati seorang OB sedang membersihkan kantor, kemudian aku bertanya, “Apakah ada tes hari ini?” si OB menjawab “Biasanya ada tapi hari kerja, bukan hari minggu” begitu jawabnya. Setelah menunggu beberapa lama aku memutuskan pulang, dan pada hari seninnya aku datang kembali dan benar saja banyak yang akan mengikuti tes tertulis”
(Terlalu bersemangat, emangnya PNS tesnya hari minggu?)
< class = "full post">
Ceritaku juga kurang sedap waktu pertama kali melamar kerja walau tak semalang temanku yang staff accounting itu, hari itu aku datang ke kantor dan bertemu seorang satpam, aku telah mengatakan kepada satpam tersebut bahwa aku telah janji untuk bertemu dengan manajer HRD, tapi si satpam mengatakan si Manajer sedang Meetting, satpam meminta berkas lamaranku agar dititip saja, aku menyerah dan memilih pulang. Aku hampir tiba di kostanku, aku di telepon oleh manajer HRD. Aku diminta untuk kembali ke kantor untuk tes tertulis. Kesal sekali aku dengan satpan itu, akhirnya aku kembali ke kantor lagi. Jadilah hari itu aku delapan kali naik angkot karena 2 kali pulang pergi dari kostan ke kantor itu dua kali naik angkot.
(Wah rugi abangnya)
Lain cerita temanku, lain ceritaku maka lain lagi cerita staff IT (Information Technology), ia bertutur, “Seperti pencaker (Para pencari Kerja) umumnya hari itu aku mengenakan pakaian terbaik dengan sepatu mengkilap habis, aku berangkat dari rumah di Teluk Betung Bandar Lampung menuju Natar Lampung selatan, lumayan jauh, tiba di tengah jalan hujan turun deras dan aku tidak membawa jas hujan, karena sudah janji pada jam itu aku menerobos hujan. Aku tiba juga di kantor dengan keadaan basah kuyup. Seorang sales counter menghampiriku sembari menatap heran karena di sekitar kantor panas terang benderang. “Mau bertemu siapa Pak?” begitu sapanya. Aku mengaku ingin menemui manajer accouting untuk menyampaikan contoh aplikasi yang telah aku buat.
“Boleh dititipkan kepada saya nanti saya sampaikan” begitu sarannya masih dengan tatapan heran.
“Jika Mbak bisa mengoperasikan sistem yang saya buat tidak mengapa” begitu aku bertahan ingin bertemu manajer accounting itu.
“Ya, sudah tunggu sebentar” akhirnya sales counter menyerah.
Aku berhasil presentasi dengan keadaan basah di ruangan ber-AC. Brrrrrruuuurr dwingiin!
(Selamat ya, sungguh perjuangan yang mengharukan!)
Satu jam tetap dinanti, itulah waktu istirahat, termasuk aku. < /span >
Selengkapnya..

Pelangi, entah berapa lama aku habiskan waktu menanti lengkungan balok warna-warni, merah, jingga, kuning, hijau, biru, ungu. Aku akan sabar menantinya, karena sekarang musim kemarau, dan tidak ada pelangi saat kemarau. Aku tahu benar itu, karena pelangi baru muncul seusai hujan turun.
Pada sore yang yang langitnya jingga, dan angin pun tenang, awan telah menjadi mendung, pekat sangat, sedang matahari mengintip merah dibalik cakrawala. Aku berharap hujan turun cepat, sebelum gelap.
Hujan riang, menyapa alam, mengoda debu, berjinjit di atap, membasahi batu, tapi hujan turun terlambat, malam telah merapatkan selimutnya. Dunia telah tidur lelap. Aku mengintip ke luar jendela dari kamarku yang senyap, tak ada bintang, tak ada bulan, apa lagi pelangi, aku tahu kini pelangi juga tak muncul malam hari, dan aku kecewa.
Selengkapnya..
: ANS
Aku rindu jejak riang gerimis di atap-atap
Pada malam berdawai hujan.
Aku, kau, saat itu
Saat gelap dan lilin hanya sejari.
Kau ingat itu, teman
Saat syair mengalun, dari bibir-bibir tak tahu do-re-mi
lalu lelap kita dibuai mimpi,
dan kini, Maria I adalah kenangan.
Note: untuk teman satu kamar waktu kost dulu, dua tahun bukan waktu yang sebentar walau tak terlalu lama, tapi telah banyak hal kami alami.
Selengkapnya..
Judul Buku : Kata-kata Motivasi Dosis Tinggi
Penulis : William Tanuwidjaja
Penerbit : MedPress (Anggota IKAPI)
Tebal Halaman : 96 halaman
Harga : 16.000
Jangan berkomentar buku murahan! Tapi baca dan rasakan “khasiatnya”
“Menu Pertama” yang wajib dibaca:
Setiap kali fajar menyinsing,
Seekor rusa terjaga
Ia tahu hari ini ia harus berlari lebih cepat
Dari seekor singa yang tercepat.
Jika tidak, ia akan terbunuh
Setiap kali fajar menyinsing,
Seekor singa terbangun dari tidurnya
Ia tahu hari ini ia harus mampu
Mengejar rusa yang paling lambat
Jika tidak, ia akan mati kelaparan
Tak masalah apakah kau seekor rusa,
Atau singa
Karena setiap kali fajar menyingsing,
Sebaiknya engakau mulai berlari
(Puisi Tradisional Rimba Afrika)
Aku juga tidak tahu sebagai seekor rusa atau singa, hanya perumpamaan saja kukira, yang jelas aku manusia, tapi aku akui puisi ini telah memberi motivasi lebih kepadaku hari ini (15 November 2009), seharian saya terbaring di tempat tidur, karena sakit kepala, sungguh hari minggu yang tidak menyenangkan tentu saja, padahal aku sudah mempunyai setumpuk rencana dengan “pacarku” (Baca Laptop) untuk menyelesaikan beberapa tugas kantor atau menulis sebuah cerpen. Rencana tinggal rencana dan yang terjadi adalah kenyataan.
Menjelang magrib sedikit reda, aku teringat sebuah buku yang aku beli minggu sebelumnya yang belum sempat ku baca. Masih kabur mataku meraih buku itu dari tumpukan di sisi dipanku, pada sampul belakang buku itu tertulis puisi tersebut, aku tersenyum getir. Hari ini aku tak berlari malah terbaring, jika aku seekor rusa, aku kira singa tak menyukai seekor rusa yang sakit, tapi masalahnya jika aku singa, aku harus tetap berlari mengejar rusa agar tak mati kelaparan, itu artinya aku harus sembuh. Sebuah sugesti positif yang aku rasakan.
Buku mungil ini terdiri dari sepuluh bagian;
1. Berlari lebih cepat
2. Keberanian mengambil keputusan
3. Ketangguhan menghadapi masa-masa sulit
4. Kesuksesan menjual
5. Keberanian mengubah hidup
6. Inspirasi menjadi pemimpin sejati
7. Cinta, perkawinan dan keluarga
8. Persahabatan dan ketulusan
9. Harapan dan kesuksesan
10. Bagaimana berpikir dan berjiwa besar
Buku motivasi ini berisi ulasan setiap bagiannya dan dilengkapi dengan pepatah atau motto hidup orang-orang terkenal. Selesai sepuluh bagian ku baca, rasa sakit kepalakku semakin berkurang, mungkin karena motivasi buku ini atau obat yang sudah dua kali aku minum, tak mau ambil pusing aku membatin “karena dua-duanya.” Aku membatin jika buku ini dilengkapi dengan kisah sukses para tokoh terkenal tersebut, sehingga pembaca dapat mengambil pelajaran yang lebih banyak, tentu akan semakin menarik.
Aku telah berhasil “berlari” hari ini dengan menulis yang sedikit ini, tapi paling tidak aku tidak terbaring seharian dan tulisan ini akan aku posting di blogku besok, dan berharap akan menjadi motivasi bagi orang lain. Meski matahari telah tutup usia untuk hari ini, aku yakin esok matahari akan datang lebih subuh, ketika aku telah siap berlari lebih kencang dari singa tercepat, Insyaallah….
Akhir kata Gunakan kesempatan yang lima sebelum yang lima, dan Sehat adalah nikmat luar biasa!
Selengkapnya..