Author: ira
•2:24 AM

Awan menggantung di ujung-ujung
Di tepi langit berjahit
Pelan-pelan, putih seolah berjalan.
Malam belum tinggi benar.
Saat ingatan berjalan ke belakang, disinari temaram separuh bulan
Melewati taman melati-melati putih
Yang dulu kau ceritakan, usai hujan
November tahun lalu.

Angin hembuskan mantra-mantra
Merengkuh dingin di pangkuan ibu pertiwi
Dedaun menari diiringi tetabuh sunyi
Ingatan terus mengeja setiap kisah yang telah jadi bait-bait puisi
Terus berjalan jauh ke ujung waktu
Dan seketika langkah itu terhenti, saat kutemukan prasasti bertulis pertanyaan;
“Mengapa dulu kau ceritakan aroma melati pada mawar berduri”

Selengkapnya..